PALANGKA RAYA. Kaltengtimes.co.id – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo mengatakan, tahun 2023 Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan membangun 125 Desa Berlistrik dengan harapan dapat meningkatkan Rasio Desa Berlistrik menjadi 82,88 persen, dan pada tahun 2024 seluruh Desa di Kalteng dapat dialiri listrik 100 persen. Hal tersebut diungkapkan Edy Pratowo dalam arahannya saat menghadiri Forum Ketenagalistrikan Prov.Kalteng, bertempat di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (6/6/23).
Sebelumnya dalam laporannya Sekda Prov. Kalteng H. Nuryakin menyampaikan sambutan Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran yang mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pihak PT. PLN (Persero) Kalselteng yang telah berkontribusi dalam pembangunan di Kalimantan Tengah, khususnya di bidang infrastruktur kelistrikan. ‘’ “Pembangunan Pembangkit Listrik dan Jaringannya saat ini sudah cukup menggembirakan, yang dibuktikan dengan kondisi kelistrikan Kalimantan Tengah telah interkoneksi dengan Sistem Kalsel-Kalteng-Kaltim, dengan daya mampu pasok sebesar 1.846 MW (Mega Watt), Beban Puncak tercatat 1.391 MW, sehingga memiliki surplus daya mampu 455 MW” kata Nuryakin.
“Kemampuan PLN UID Kalselteng dalam melayani kebutuhan suplai tenaga listrik di Provinsi Kalimantan Tengah semakin kuat, dengan beroperasinya 4 Gardu Induk 150 KV (Kilo Volt), dengan kapasitas masing-masing 30 MVA (Mega Volt Ampere) yakni di Gardu Induk Kuala Pembuang, Gardu Induk Sukamara, Gardu Induk Nanga Bulik dan Gardu Induk Kuala Kurun,” lanjutnya.
Nuryakni menyampaikan, bahwa rasio Desa Berlistrik PLN di Kalimantan Tengah sampai dengan Maret 2023 sebesar 71,87% (442 Desa Belum Berlistrik PLN dari 1.571 Desa).
“Tahun 2023 akan dibangun 125 Desa yang akan meningkatkan Rasio Desa Berlistrik menjadi 82,88%, dan ditargetkan pada tahun 2024 seluruh Desa di Kalteng 100% teraliri listrik” tambahnya. “Apalagi dengan adanya berbagai program pembangunan yang ada di Kalteng, seperti infrastruktur, Food Estate, Shrimp Estate, hilirisasi industri, RSUD Hanau, dan rencana pendirian perguruan tinggi vokasi berbasis keunggulan daerah, bisa dipastikan perlu adanya dukungan energi listrik yang besar” lanjut Nuryakin.
Untuk menunjang program kelistrikan di wilayah Kalteng ini, Wagub H. Edy Pratowo meminta dukungan seluruh Bupati/ Wali Kota, misalnya dengan memberikan kemudahan-kemudahan untuk pembangunan jaringan listrik di daerahnya.
“Untuk mendukung percepatan pembangunan kelistrikan di Kalimantan Tengah, hendaknya seluruh stakeholder terkait dapat turut andil dalam membantu pelaksanaannya, guna mewujudkan Kalteng Bercahaya dan Makin BERKAH,” harap Edy Pratowo.
Sementara itu Kadis ESDM Prov. Kalteng Vent Christway saat membacakan laporan mengatakan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk mempercepat pembangunan kelistrikan, dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik serta menunjang pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur di Kalimantan Tengah.
“Narasumber yang akan menyampaikan materi dalam kegiatan ini adalah PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah” pungkasnya. (red)