Kuala Kapuas, kaltengtimes.co.id – Dimaksudkan untuk menjadi salahsatu wadah untuk berkreasi dalam pengembangan minat dan bakat khususnya bagi peserta didik, SMKN-1 Kuala Kapuas menggagas ajang lomba yang dinamai Student Smart Festival Vol.1 yang secara resmi dimulai sejak hari ini, Kamis 12/2/2025. Dibuka oleh Pj. Bupati Kapuas yang diwakili oleh Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Vitrianson.
Dihadiri Dandim 1011 yang diwakili Serka M. Safi’i, Kapolres Kapuas yang diwakili Iptu Danuri, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. Kalimantan Tengah yang diwakili Ketua MKPS Kabupaten Kapuas Agon Ilyas, S.Pd, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Kapuas, Drs. Aswan, M.Si dan para donatur serta undangan lainnya.
Dalam Sambutan tertulis Pj. Bupati Kapuas yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Vitrianson menyampaikan bahwa kegiatan yang di gagas SMKN 1 tersebut sangatlah baik karena di samping sebagai sarana untuk menyalurkan minat dan bakat, juga sarana peserta didik untuk berkreasi dan berprestasi sekaligus sebagai upaya untuk memelihara serta melestarikan adat, seni, budaya dan kearifan lokal.
“Generasi sekarang banyak yang menggandrungi budaya luar sehingga tidak mengenal budayanya sendiri dan kalau dibiarkan tanpa upaya dan dorongan untuk lebih mencintai budaya sendiri, dikhuatirkan budaya lokal kita ini bisa hilang. Dari itu, Students Smart Festival ini sangat baik untuk kembali mengajak generasi muda untuk lebih mencintai adat, seni dan budaya yang kita cintai ini. “Ungkap Vitrianson.
Vitrianson juga berpesan pada seluruh peserta festival agar berlomba dengan sportif dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Kepala SMKN 1 Kuala Kapuas Henny, S.Kom, menerangkan Students Smart Festival melombakan 5 mata lomba yang terdiri dari Tari Daerah, Vocal Solo, Dance, Fashion Show dan Design grafis. Tari daerah di ikuti 23 grup, secara keseluruhan total peserta 100 -an yang tidak hanya berasal dari Kabupaten Kapuas tetapi juga berasal dari Kalimantan Selatan dan Kabupaten Pulang Pisau.
Lebih lanjut Henny menerangkan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan tersebut murni hasil partisipasi para tenaga didik, orang tua peserta didik dan donasi pihak ketiga.
“Karena ini untuk pertama kalinya di gelar tentu akan ada beberapa kekurangan namun karena kegiatan ini kita harapkan dapat dilangsungkan secara terus menerus tentu akan kita lakukan penyempurnaan di dalam pelaksanaannya. Tapi meski ini gelaran yang pertama namun hal yang membanggakan kami adalah adanya apresiasi dari pelaku seni Kalimantan Selatan yang yang datang dan menjadi peserta. “Ujar Henny.
“Kita berharap kegiatan ini bisa mendorong peserta didik untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal, adat dan seni budaya sekaligus untuk materi pembelajaran di luar kelas.. “tutup Henny. *(Nas)