PULANG PISAU. Kaltengtimes.co.id – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo mengatakan program pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di Provinsi Kalteng merupakan salah satu wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kalteng dalam meningkatkan kesetaraan gender di berbagai bidang pembangunan serta meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Hal tersebut dikatakan Edy Pratowo dalam sambutannya saat menghadiri Deklarasi Desa Ramah Perempuan dan Anak Bebas Stunting dan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2022, yang berlangsung di Desa Bukit Liti, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (22/9).
Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran yang dibacakan H. Edy Pratowo menyampaikan melalui program DRPPA tersebut diharapkan dapat diimplementasikan di seluruh desa yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah, guna mewujudkan desa yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat khususnya bagi perempuan dan anak, memenuhi hak atas perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, serta tersedianya sarana dan prasarana publik yang ramah perempuan dan anak.
Lebih lanjut Wagub mengatakan program percepatan penurunan angka stunting juga menjadi salah satu prioritas Pemprov. Kalteng, dimana Provinsi Kalteng mendapat amanat untuk menurunkan prevalensi stunting sebesar 15,38% pada tahun 2024 dan 14% secara nasional.
“Perlu adanya partisipasi dan peran aktif segenap stakeholders terkait dalam mensosialisasikan Gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Penyebarluasan informasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan diharapkan dapat menjadi acuan untuk meningkatkan pengetahuan kita bersama dari semua unsur tentang pendidikan keluarga 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu Edy Pratowo mengatakan, pengembangan desa menuju DRPPA harus melibatkan seluruh pihak guna membangun desa yang mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan desa. ‘’Untuk mewujudkannya harus dilakukan secara terencana, menyeluruh, serta berkelanjutan sesuai visi pembangunan Indonesia, sehingga menjadi desa yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat khususnya bagi perempuan dan anak,’’ tanda Edy Pratowo
Edy Pratowo memaparkan, program DRPPA sangat erat kaitannya dengan Program Percepatan Penurunan Angka Stunting khususnya di Kalimantan Tengah. Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4 persen dan prevalensi di Kalimantan Tengah yaitu 27,4 persen. “Target penurunan angka stunting di Kalimantan Tengah yaitu 15,38 persen, sedangkan target secara nasional yaitu 14 persen pada 2024,” kata Edy Pratowo, seraya menambahkan berbagai strategi disiapkan serta dilaksanakan, seperti pemenuhan kebutuhan gizi sejak remaja, pengawalan calon pengantin, ibu hamil, maupun pasca persalinan.
Selanjutnya 1.000 hari pertama kehidupan serta pengembangan Program DRPPA ini yang menyediakan sarana prasarana publik yang ramah perempuan dan anak sehingga bebas dari stunting. “Dalam hal ini pemerintah provinsi akan terus menguatkan sinergi bersama Kementerian PPPA serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,” lanjut Edy Pratowo.
Untuk diketahui 4 desa di Kalimantan tengah terpilih menjadi model DRPPA, yakni Desa Bukit Liti, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sabangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Desa Seragam Jaya Kecamatan Seranau, serta Desa Tumbang Bajanei, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur. (red)