Palangka Raya, Kaltengtimes.co.id — Legislator Kota Palangka Raya, Jum’atni meminta pemerintah kota (pemkot) melalui instansi terkait untuk melakukan pengecekan stok ketersediaan bahan pangan di daerah setempat.
“Memang hari-hari besar keagamaan seperti Natal serta Tahun Baru 2023 masih dua bulan lagi, namun tidak ada salahnya pemkot mengantisipasi terlebih dahulu terkait hal ini,” kata Jum’atni, Selasa (4/10/2022).
Dia mengatakan, apabila stok pangan dan lain sebagainya aman hingga hari-hari besar keagamaan. Tentunya potensi kelangkaan atau kekurangan pasokan pangan tidak akan terjadi.
Maka dari itu hal-hal seperti itu perlu diperhatikan, sehingga kekhawatiran masyarakat terhadap kurangnya stok pangan dan lain sebagainya dapat diantisipasi terlebih dahulu.
“Ya pemkot harus melakukan itu nantinya, apalagi jelang Natal dan Tahun Baru 2023 pasti harga pangan dan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga jualnya,” ucapnya.
Meskipun sudah menjadi kebiasaan masyarakat di Palangka Raya, ketika hari-hari keagamaan sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Namun yang perlu diwaspadai adalah adanya permainan tengkulak atau oknum masyarakat yang mengatur harga jual beli bahan pangan.
Jangan sampai harga pangan dimainkan tengkulak, sehingga oknum tersebut dengan leluasa menjual pangan tersebut dengan harga yang tidak wajar.
“Salah satu penyebabnya adalah penimbunan barang itu juga harus diantisipasi. Ketika ada oknum pedagang yang nakal atau melakukan penimbunan pangan, masyarakat agar segera melaporkan hal itu ke pihak kepolisian setempat,” bebernya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, memang harga bahan pangan sejak adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat berdampak sekali ke masyarakat luas.
Beruntungnya, meskipun harga barang itu mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Tetapi bahan pangan yang selama ini dibutuhkan masyarakat, selalu ada dan mudah didapat masyarakat di pasaran. (an/red)